RNAi adalah suatu gen spesifik dengan mekanisme silencing didalam eukariot. RNAi bisa diinduksi oleh RNA double-stranded yang diproses oleh enzim RNase kedalam 21-25 bp siRNA. Baru-baru ini dilaporkan bahwa RNAi dapat bekerja menghambat replikasi dalam cakupan luas virus meliputi HIV-1, virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis B (HBV), poliovirus, virus influenza A, coronavirus, herpesvirus dan picornavirus. Untuk HIV-1, dapat dihambat kuat dengan shRNA ( short hairpin RNA ) tunggal dan miRNA. Bagaimanapun juga, pengobatan menggunakan inhibitor tunggal terbatas karena kemunculan HIV-1 yang cepat lepas mutants. RNAi dapat menghambat replikasi HIV tipe-1. Tetapi HIV tipe-1 bisa lepas dari terapi mediasi antiviral dengan mutasi seleksi sekuens target. Untuk mencegah lepasnya virus, multipel siRNAs harus dikombinasikan dalam melawan kuman virus. Idealnya, RNA penghambat harus dinyatakan secara serentak dari transkripsi transgene tunggal. Dalam penelitian ini, peneliti merancang kombinasi RNAi melawan HIV-1 menggunakan polycistron mir-17-92 pada manusia. Peneliti menguji penggandaan miRNA dengan menyisipkan sekuens multiple siRNA yang efektif sebagai anti-HIV, kedalam miRNA polycistron mir-17-92. Anti-HIV miRNAs menyerupai struktur miRNA yang alami yang dioptimalkan dengan mengubah posisi siRNA kedalam hairpin stem untuk memperoleh efektivitas maksimal melawan luciferase reporters dan HIV-1. Susunan antiviral miRNA memiliki aktivitas lebih besar dalam proses menghambat dibanding dengan susunan shRNA ( short hairpin RNA ). Ketika dikombinasikan dalam suatu polycistron, aktivitas silencing miRNA menjadi kuat. Peneliti menunjukkan bahwa replikasi HIV-1 bisa secara efisien dihambat dengan ekspresi serentak dari empat antiviral siRNA dari transkripsi polycistron miRNA. Hasil kombinasi ini menunjukkan bahwa strategi penggandaan miRNA merupakan peluang pengobatan untuk menyerang escape prone yang disebabkan kuman virus patogens.
Email : my_arch_03@yahoo.com
Blog : http://mira24.wordpress.com/